You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Cinunjang
Desa Cinunjang

Kec. Gunung Tanjung, Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat

Selamat Datang di Website Desa Cinunjang

Sejarah Desa

Administrator 18 Maret 2023 Dibaca 166 Kali

1. Kondisi Desa

A. Sejarah Desa

Desa Cinunjang berdiri pada tahun 1976, Pemekaran dari Desa Gunungtanjung dengan Kepala Desa yang pertama yaitu Bapak E.Yahya (Alm). Pada mulanya Desa Cinunjang berasal dari kata “NUNYANG” yang menggambarkan dua buah aliran sungai yang alirannya bertabrakan disuatu bendungan, dari itulah diambil namanya menjadi “Cinunjang” yang artinya air sungai yang berlawanan arah

Desa Cinunjang dahulu wilayahnya terbilang cukup luas sehingga dimekarkan menjadi dua desa yaitu Desa Giriwangi di sebelah Timur.

Susunan para Kepala Desa sejak tahun 1976 berdasarkan keterangan dari orang tua adalah sebagai berikut:

NO.

N A M A

MASA JABATAN

1

E.Yahya (Alm)

1976 – 1978

2

Munir (Alm)

1978 – 1986

3

H.Popon

1986 – 1988

4

Mamat

1988 – 1992

5

Abdullah Muwahid

1992 – 2000

6

Asep Suryana (Alm)

2000 – 2006

7

Maman Suryaman

2006 – 2007

8.

A.Usman Ali Akbar

2007 – 2012

9.

Aripin

2012 – 2019

10.

Jenal

2019 - Sekarang

B. Demografi

Pentingnya memahami kondisi Desa untuk mengetahui keterkaitan perencanaan dengan muatan pendukung dan permasalahan yang ada, memberikan arti penting keputusan pembangunan sebagai langkah mendayagunakan dan penyelesaian masalah di masyarakat.

Desa Cinunjang merupakan salah satu dari 7 desa di wilayah Kecamatan Gunungtanjung, Desa Cinunjang mempunyai luas wilayah seluas 589,48 hektar. Adapun batas-batas wilayah desa Cinunjang :

BATAS DESA

Sebelah Utara

Berbatasan dengan Desa Gunungtanjung

(kecamatan Gunungtanung)

Sebelah Selatan

Berbatasan dengan Desa Karyawangi

(Kecamatan Salopa)

Sebelah Timur

Berbatasan dengan Desa Giriwangi

(Kecamatan Gunungtanjung)

Sebelah Barat

Berbatasan dengan Kelurahan Tamansari

(Kota Tasikmalaya)

 

Iklim Desa Cinunjang, sebagaimana desa-desa lain di wilayah Indonesia mempunyai iklim kemarau dan penghujan, hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam yang ada di Desa Cinunjang Kecamatan Gunungtanjung.

Desa Cinunjang terdiri dari 7 dusun diantaranya:

  1. Dusun Cinunjang;
  2. Dusun Cilandak;
  3. Dusun Cipancur;
  4. Dusun Cikadu;
  5. Dusun Nangela;
  6. Dusun Sukahurip;
  7. Dusun Babakanpari

dengan jumlah penduduk 6.377 Jiwa atau 1.182 KK, dengan perincian sebagaimana tabel berikut;

No.

Jenis Kelamin

Jumlah

1.

Laki – Laki

3.128

2.

Perempuan

3.052

3.

Kepala Keluarga

2.106

 

C. Jumlah Penduduk Menurut Golongan Umur

Data ini bermanfaat untuk mengetahui laju pertumbuhan penduduk dan mengetahui jumlah angkatan kerja yang ada. Data penduduk menurut golongan umur di Desa Cinunjang dapat dilihat pada Tabel berikut :

No.

Umur (Tahun)

Jumlah (Jiwa)

1.

0 Bln – 12 Bln

325

2.

12 Bln – 5 Thn

324

3.

5 Thn – 10 Thn

564

4.

10 Thn – 25 Thn

1.229

5.

25 Thn – 60 Thn

2.797

6.

60 Thn tahun keatas

941

Jumlah

6.180

 

D. Jumlah Penduduk Menurut Agama

Ditinjau dari segi agama dan kepercayaan masyarakat Desa Cinunjang mayoritas beragama Islam, dengan rincian data sebagai berikut :

  • Islam : 6.180  orang
  • Kristen :        0  orang
  • Katholik :        0  orang
  • Hindu :        0  orang
  • Budha :        0  orang

E. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan berpengaruh pada kualitas sumberdaya manusia. Proses pembangunan Desa akan berjalan dengan lancar apabila masyarakat memiliki tingkat pendidikan yang cukup tinggi. Akses untuk mendapatkan pendidikan cukup sulit karena jarak tempat pendidikan untuk tingkat SMA sangat jauh dengan pemukiman warga, sehingga kalau dilihat dari data statistik masih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat merupakan suatu permasalahan yang harus segera dipecahkan terutama dalam membangun kesadaran masyarakat akan arti pentingya pendidikan. Data penduduk menurut tingkat pendidikannya dapat dilihat pada Tabel berikut. berikut :

No.

Tingkat Pendidikan

Jumlah

( orang )

1.

Tidak Sekolah / Buta Huruf

656

3.

Tidak Tamat SD/Sederajat

378

4.

Tamat SD / sederajat

1.439

5.

Tamat SLTP / sederajat

1.310

6.

Tamat SLTA / sederajat

2.151

7.

Tamat D1, D2, D3

114

8.

Sarjana / S-1

132

 

F. Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian

Mata pencaharian penduduk di Desa Cinunjang sebagian besar masih berada di sektor  pertanian. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pertanian memegang peranan penting dalam bidang ekonomi masyarakat. Data menurut mata pencaharian penduduk dapat dilihat pada Tabel  berikut ini :

Tani

Dagang

Buruh Tani

PNS/TNI/Polri

Swasta

Lain-lain

2.132

1.106

524

20

760

425

 

G. Keadaan Sosial

Banyaknya kegiatan Ormas di Desa Cinunjang. seperti Remaja Masjid, Karang Taruna, Jamiyah Yasin, Tahlil, PKK Dharma wanita, Posyandu, Kelompok Arisan merupakan aset desa yang bermanfaat untuk dijadikan media penyampaian informasi dalam setiap proses pembangunan desa pada masyarakat.

 

H. KESEJAHTERAAN WARGA

No

Uraian

Jumlah

1.

2.

3.

4.

Jumlah Kepala Keluarga

Jumlah penduduk miskin

Jumlah penduduk sedang

Jumlah penduduk kaya

2.106

1.34

626

176

KK

KK

KK

KK

 

I. PENGANGGURAN

No

Uraian

Keterangan

1

Jumlah penduduk usia 15 s/d 55 yang belum bekerja

756 orang

2

Jumlah angkatan kerja usia 15 s/d 55 tahun

1.773 orang

J. Keadaan Ekonomi

Mayoritas mata pencarian penduduk Desa Cinunjang bergerak dibidang pertanian. Permasalahan yang sering muncul berkaitan dengan mata pencaharian penduduk adalah tersedianya lapangan pekerjaan yang kurang memadai dengan perkembangan penduduk sebagaimana tertuang dalam perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Tasikmalaya. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam pembangunan desa adalah melakukan usaha perluasan kesempatan kerja dengan melakukan penguatan usaha kecil pemberian kredit sebagai modal untuk pengembangan usaha khususnya di bidang perdagangan.

Tingkat angka kemiskinan Desa Cinunjang. yang masih tinggi menjadikan Desa Cinunjang. harus bisa mencari peluang lain yang bisa menunjang peningkatan taraf ekonomi bagi masyarakat.

Kekayaan Sumber Daya Alam  yang ada di Desa Cinunjang amat sangat mendukung baik dari segi pengembangan ekonomi maupun sosial budaya. Selain itu letak geografis desa yang cukup strategis dan merupakan jalur transportasi yang mempertemukan 4 Kecamatan yaitu Kecamatan Gunungtanjung, Kecamatan Salopa, Kecamatan Jatiwaras dan Kecamatan Tamansari.

Pendapatan desa merupakan jumlah keseluruhan penerimaan desa yang dibukukan dalam APBDes setiap tahun anggaran. Menurut Peraturan Desa Cinunjang Nomor 02 Tahun 2020 bahwa Sumber Pendapatan Desa :

  1. Sumber Pendapatan Desa
  1. Pendapatan asli desa terdiri dari hasil kekayaan desa, hasil swadaya dan partisipasi, hasil gotong royong dan lain-lain pendapatan asli desa yang sah;
  2. Bagi hasil pajak daerah kabupaten untuk desa dan dari retribusi kabupaten sebagian diperuntukkan bagi desa yang merupakan pembagian untuk setiap desa secara proporsional;
  3. Bagian dari dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh kabupaten untuk desa yang pembagiannya untuk setiap desa secara proporsional yang merupakan alokasi dana desa;
  4. Bantuan keuangan dari pemerintah, Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Daerah dalam rangka pelaksanaan urusan Pemerintah;
  5. Hibah dan sumbangan dari pihak ketiga yang tidak mengikat.
  6. Bantuan keuangan dari Pemerintah, Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d disalurkan melalui kas desa;
  7. Sumber Pendapatan Desa yang telah dimiliki dan dikelola oleh Desa tidak dibenarkan diambil alih oleh Pemerintah, Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Daerah.

Adapun  Kekayaan desa terdiri dari :

  1. Tanah kas desa
  2. Bangunan desa yang dikelola desa
  3. Lain-lain kekayaan milik desa

Desa Cinunjang sebagaian besar mata pencaharian penduduknya adalah petani yang mayoritas memeluk agama Islam dan juga memiliki kepatuhan terhadap adat dan tradisi.

K. Prasarana dan Sarana Desa

Pembangunan masyarakat desa diharapkan bersumber pada diri sendiri (kemandirian) dan perkembangan pembangunan harus berdampak pada perubahan sosial, ekonomi dan budaya yang seimbang agar dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa menjadi lebih baik.

  1. Prasarana kesehatan
  • Posyandu : 7 unit
  • Lansia : 0 unit
  • Posbindu : 2 unit
  • Polindes : 0 unit
  • Bidan Desa : 1 orang
  1. Prasarana Pendidikan
  • Taman Kanak – kanak / TK : 0 unit
  • SD / MI : 5 unit
  • SLTP / MTs : 1 unit
  • SLTA / MA                           : 1 unit
  • TPA / TPQ : 9 unit
  1. Prasarana Umum Lainnya
  • Tempat ibadah : 31 unit
  • Lapangan Olahraga :   2 unit  
  • Gedung Serba Guna :   0 unit

Pengelolaan sarana dan prasana merupakan Tahap keberlanjutan dimulai dengan proses penyiapan masyarakat agar mampu melanjutkan pengelolaan program pembangunan secara mandiri. Proses penyiapan ini membutuhkan keterlibatan masyarakat, agar masyarakat mampu menghasilkan keputusan pembangunan yang rasional dan adil serta semakin sadar akan hak dan kewajibannya dalam pembangunan, mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, dan mampu mengelola berbagai potensi sumber daya yang ada dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya.

Hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai kesuksesan dalam tahapan ini adalah:

  1. Swadaya masyarakat merupakan faktor utama penggerak proses pembangunan,
  2. Perencanaan secara partisipatif, terbuka dan demokratis sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat dalam merencanakan kegiatan pembangunan dan masyarakat mampu membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk menggalang berbagai sumber daya dalam rangka melaksanakan proses pembangunan,
  3. Kapasitas pemerintahan daerah meningkat sehingga lebih tanggap dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, antara lain dengan menyediakan dana dan pendampingan.
  4. Keberadaan fasilitator/konsultan atas permintaan dari masyarakat atau pemerintah daerah sesuai keahlian yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam merencanakan kegiatan pembangunan agar masyarakat mampu membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk menggalang berbagai sumber daya dalam rangka melaksanakan proses pembangunan.
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image